Pemanfaatan E-Library Erlangga sebagai Sarana Literasi di Perpustakaan SD Negeri Pondok Bambu 02 Jakarta Timur
Abstrak
Perkembangan teknologi digital menuntut sekolah dasar untuk beradaptasi dalam pengelolaan literasi peserta didik. Perpustakaan sekolah tidak lagi hanya berfungsi sebagai penyedia buku cetak, tetapi juga sebagai pusat literasi digital yang mampu mendukung kebutuhan belajar abad ke-21. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru dan pustakawan dalam memanfaatkan e-library Erlangga sebagai sarana literasi digital di Perpustakaan SD Negeri Pondok Bambu 02 Jakarta Timur. Metode yang digunakan adalah Educational Action Research (EAR) dengan tahapan perencanaan, pelaksanaan, observasi, dan refleksi. Kegiatan dilaksanakan melalui pelatihan, pendampingan, serta praktik langsung penggunaan e-library Erlangga. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan kemampuan guru dan pustakawan dalam mengelola bahan bacaan digital serta meningkatnya minat dan motivasi membaca siswa. Pemanfaatan e-library Erlangga memberikan pengalaman literasi yang lebih menarik, variatif, dan relevan dengan perkembangan teknologi, sehingga perpustakaan sekolah berfungsi lebih optimal sebagai pusat literasi digital.
Kata kunci: e-library Erlangga, literasi digital, perpustakaan sekolah, pengabdian kepada masyarakat.
Pendahuluan
Literasi merupakan fondasi utama dalam pengembangan kemampuan akademik dan karakter peserta didik di sekolah dasar. Di era digital, literasi tidak hanya dimaknai sebagai kemampuan membaca dan menulis teks cetak, tetapi juga mencakup keterampilan mengakses, memahami, dan memanfaatkan informasi berbasis digital. Perpustakaan sekolah memiliki peran strategis dalam mendukung pengembangan literasi tersebut.
Hasil observasi awal di SD Negeri Pondok Bambu 02 Jakarta Timur menunjukkan bahwa pemanfaatan perpustakaan sebagai sarana literasi masih didominasi oleh kegiatan konvensional. Akses terhadap sumber bacaan digital dan pemanfaatan teknologi dalam kegiatan literasi belum optimal, sementara siswa hidup dan tumbuh di lingkungan yang sarat dengan teknologi digital. Kondisi ini menuntut adanya inovasi dalam pengelolaan perpustakaan dan kegiatan literasi sekolah.
E-library Erlangga dipilih sebagai solusi karena menyediakan koleksi buku digital yang beragam, interaktif, dan sesuai dengan kebutuhan siswa sekolah dasar. Melalui kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini, tim berupaya memperkenalkan serta mendampingi guru dan pustakawan dalam memanfaatkan e-library Erlangga sebagai sarana literasi digital yang efektif dan berkelanjutan.
Metode
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini menggunakan pendekatan Educational Action Research (EAR) yang bersifat partisipatif dan kolaboratif antara tim pelaksana dan mitra sekolah. Metode ini dilaksanakan melalui empat tahap utama, yaitu perencanaan, tindakan, observasi, dan refleksi.
Pada tahap perencanaan, dilakukan identifikasi kebutuhan literasi digital melalui observasi dan diskusi dengan guru serta pustakawan. Tahap tindakan diwujudkan dalam bentuk pelatihan pemanfaatan e-library Erlangga, meliputi pengenalan aplikasi, cara mengakses koleksi digital, serta strategi pendampingan siswa. Tahap observasi dilakukan untuk melihat keterlibatan peserta dan respon siswa terhadap kegiatan literasi digital. Selanjutnya, tahap refleksi digunakan untuk mengevaluasi efektivitas kegiatan dan merumuskan tindak lanjut program.
Hasil dan Pembahasan
Pelaksanaan pelatihan pemanfaatan e-library Erlangga menunjukkan hasil yang positif. Guru dan pustakawan mengalami peningkatan pemahaman dan keterampilan dalam mengelola bahan bacaan digital serta mendampingi siswa dalam kegiatan literasi. Peserta pelatihan mampu mengakses, memilih, dan memanfaatkan koleksi buku digital sesuai dengan tingkat kemampuan dan minat siswa.
Dari sisi siswa, penggunaan e-library Erlangga memberikan pengalaman membaca yang lebih menarik dan menyenangkan. Tampilan aplikasi yang ramah anak serta variasi koleksi bacaan mendorong siswa untuk lebih aktif dan mandiri dalam membaca. Kegiatan literasi digital juga diperkaya dengan aktivitas lanjutan seperti membuat ringkasan bacaan, diskusi sederhana, dan presentasi isi buku.
Hasil ini sejalan dengan konsep literasi digital yang menekankan keterlibatan aktif peserta didik dalam proses membaca dan memahami informasi. Perpustakaan sekolah tidak hanya menjadi tempat penyimpanan buku, tetapi bertransformasi menjadi ruang belajar yang dinamis dan adaptif terhadap perkembangan teknologi.
Simpulan
Kegiatan pengabdian kepada masyarakat melalui pemanfaatan e-library Erlangga sebagai sarana literasi di Perpustakaan SD Negeri Pondok Bambu 02 Jakarta Timur berhasil meningkatkan kompetensi guru dan pustakawan dalam literasi digital. Program ini juga berdampak positif terhadap minat dan motivasi membaca siswa. Pemanfaatan e-library Erlangga terbukti mampu memperkaya kegiatan literasi sekolah dan mendukung transformasi perpustakaan menjadi pusat literasi digital.
Saran
Agar program ini berkelanjutan, disarankan adanya pelatihan lanjutan bagi guru dan pustakawan, peningkatan fasilitas pendukung literasi digital, serta integrasi e-library dalam program literasi rutin sekolah. Dengan demikian, budaya literasi digital dapat terus berkembang dan memberikan manfaat jangka panjang bagi peserta didik.
Daftar Pustaka
Erlangga. (2023). Panduan e-Library Erlangga untuk Sekolah Dasar. Jakarta: Erlangga.
Kemdikbud. (2020). Pedoman Literasi Digital di Perpustakaan Sekolah. Jakarta: Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan.
Konert, J. (2015). Serious Games and Interactive Learning Environments. Dalam J. M. Spector (Ed.), Handbook of Research in Educational Technology (hlm. 435–448). Springer.
Sugiyono. (2020). Metode Pengabdian Masyarakat Berbasis Action Research. Bandung: Alfabeta.